Info

KartiniKu Sayang KartiniKu Malang



The True Story ini juga saya Posting Dilink bawah ini terima kasih
Tolong di Vote ya :

http://www.welovehonda.com/kartinimuda/entry,detail,1419

Pada pertengahan bulan mei saya berkenalan dengan seseorang yang namanya Fransiscus sondang nauli Hasibuan, yang mana awal dari perkenalan kami melalui Chatting di Facebook. Dan pada akhirnya dia menghubungi saya ke Handphone karena kebetulan nomor saya ada di info facebook. Untuk mengawali perkenalan dia ajak aku ketemuan di gereja santo Arnoldus Bekasi. Kita ketemuan pada misa terakhir jam setengah 18.30. Setelah itu kita lanjutkan lagi ketemuan untuk kedua di tempat yang sama dan pada jam yang sama juga yang mana dia menunjukkan rasa suka kepada aku, tapi aku gak punya rasa apa-apa hanya dalam pikiranku, nambah teman untuk berbagi pengalaman. Setelah itu kita komunikasi melalui telepon seluler, dan dia pernah mengutarakan perasaan dan keinginannya dengan sms, terus ak jawab, aku gak focus mikiran itu, karna aku lagi sibuk, itu saya buat alasan biar dia gak tersinggung, dalam hatiku terlintas masa baru kenal sudah bisa mengutarakan perasaannya. Pertemuan ketiga di tempat yang sama juga sehabis misa terakhir si Frans juga mengutarakan keinginan dan perasaannya dan dia mengajak aku untuk serius ke jenjang pernikahan, terus aku juga gak jawab aku bilang aku masih kuliah dan pekerjaan saya juga belum mantap, tapi dia bilang kuliah bisa berjalan sambil kita berkeluarga, tapi dia bilang, aku sudah siap merid tahun ini.. Aku memang cukup senang mendengarnya, dalam pikiranku berarti dia sudah siap lahir & bathin dan termasuk biaya pernikahan. Dan aku berpikir ya sudahlah kalau kuliah ku masih bisa berjalan ya gak apa-apa, mungkin inilah jawaban doaku selama ini. Dan aku ingin menyenangkan hati orangtuanya dan orang tuaku yang mana inilah harapan mereka. Pertemuan pas hari sabtu dia menjemput aku ke kantor sekalian mau mengajak aku main ke rumahnya dan sekalian mengenal keluarga, dan aku pun mau karna dia pernah cerita kalau Abang sakit, aku penasaran juga sakit apa Abangnya, karna dia tidak mau berterus terang apa sakitnya abangnya itu. Nah aku akhirnaya mau untuk diajak kerumahnya dan pada saat itu aku di bawa ke tokonya dan di sana aku ketemu sama bapaknya, saya langsung menyapa bapanya dan bapanya menunjukkan rasa senang.Di sana juga bapaknya menunjukkan rasa terharu karna aku mau ke sana, dan bapaknya ngomong ke saya, kamulah yang menjadi menantu ya,, aku jawab . ya ampun ko jadi amangboru yang ngomong, sementara si Frans belum ngomong apa-apa, trus di bilang dia katanya sudah ngomong tapi kamu nya aja yang belum jawab, di sana bapaknya banyak bercerita tentang Frans yang dia menceritakan semua sisi positif dari Frans, seolah olah dia mempromosikan Frans, biar aku tertarik, aku tetap menjawab , kita doakan aja kepada Tuhan. Dan setelah itu saya di bawa kerumahnya untuk bertemu mamanya dan saudaranya yang lain, dan mamanya juga menunjukkan rasa senang juga, kita langsung makan, nah pas jam doa makan mamanya menangis sambil berdoa, dalam doanya mengucapkan rasa bahagia karna saya di sana sebagai menantunya. Dalam hati aku bertanya, apa sih yang sudah di ceritakan Frans, saya kaget, pokoknya mereka memperlakukan saya dengan baik dan seolah-olah saya kayak anaknya perempuan karna kebetulan mereka gak mempunyai anak cewek. Dalam hatiku ngomong berarti semuanya masalah pribadi si Frans orang tuanya semua tau,yang harusnya tidak semua harus di kasih tau,, bisa kita dekat sam orang tua, tapi gak mesti semua. Dalam pembicaraan selama kita di sana yang di bicarakan itu –itu aja, dan aku juga jawab, aku masih kuliah, dan bapaknya bilang gak usah kuliah lah, trus aku menentang, dan bapanya bilang, kamu mau ijazah S1 bisa saya buat, dan itu aku gak hiraukan karna aku tetap harus kuliah,

Singkat kata karena bapaknya ngomong tentang hubungan aku dengan Frans, trus aku jawab, ya sudah semua sudah terjawab, dan bapanya langsung senang. Hari sabtu pas minggu ke empat mau berangkat kerja orangtuanya menelepon saya pas saya di bis, dan orangtuanya melarang saya untuk melanjutkan kuliah saya, dan aku di suruh untuk fokus berkeluarga. Aku bilang aku harus kuliah,, dan dia menjawab memang kamu gak mau merid lagi, turs aku bilang, aku mau, tapi aku sambil kuliah, dan bapaknya nya itu gak setuju,, dan pada saat itu juga, aku bilang gak mau lagi melanjutkan hubungannya. Dan pada hari itu juga si Frans ini jemput saya ke kantor, dan dia ajak aku lagi ke rumahnya, aku gak mau karna pada hari itu juga aku masuk kuliah,, dan aku mau istirahat, nah selama di perjalanan Frans di telepon orang tua supaya Frans ke rumah dulu bawa aku, tapi aku tetap gak mau. Selama di perjalanan Bapanya di telepon melulu. Dan pada akhirnya bapanya berbicara sama saya, bapanya bilang kalau terjadi apa-apa dengan anak saya, kamu yang saya penjarakan, aku kaget mendengarnya, dan aku mejawab, maksudnya apa, aku gak ada urusan, dan bapaknya bilang, semenjak si Frans kenal aku, si Fransnya sudah tiga kali pengen bunuh diri, apa yang kamu bilang sama dia, aku bingung, dan aku bertanya, apa yang terjadi, terus bapaknya cerita ternyata si Frans melakukan tindakan mau bunuh diri karna orangtuanya ribut masalah kuliahku, dan si Frans sudah melarang mereka tapi mereka tetap saja ribut yang pada akhirnya si Frans melakukan tindakan yang tidak terpuji itu. dan Fransnya bilang setelah sampai bekasi aku ceritakan. Sampai di kost aku bertanya lagi, karena aku ingin dengar dari mulut Frans, ternyata benar kalau dia melakukan tindakan yang tidak terpuji itu untuk dan aku bilang kenapa harus kayak gitu,dan dia bilang, abisnya mereka selalu ributin masalah kuliahmu, nah dari sini aku sudah berpikir, kayaknya ada gak beres di keluarganya bisa sampai begini, namun itu saya hiraukan semua. Dan di kostan kita bicara lagi tentang kuliahku yang mana membujuk aku untuk sementara cuti dulu selama 2 semester, dan aku ia kan. Dan dia juga membujuk saya biar kita bohongin orangtuanya kalau saya akan berhenti kuliah. Nah itu niat itu kita kasih taulah sama orang tuanya. Dan mereka seneng bangat. Nah pada minngu itu juga mereka langsung boking gedung, dan mereka tentuin sendiri tanggal pernikahan kami, yang seharusnya itu harus di bicarakan antara pihak saya dan pihak dia. Memang sebelumnya orangtuanya sudah meminta saya untuk pesta adat gak diadain, alasannya karna biaya gak ada, memang ak awalnya gak mau, kalau gak di buat pesta adat, tapi aku di bujuk terus dan akhirnya juga aku mau hanya di berkati di gereja, karna mereka juga sudah ngomong sama orang tua n keluargaku yang lainnya.

Sebenarnya orangtua saya juga berat hati karna aku hanya diberkati di gereja, kebetulan aku juga anak yang paling terakhir yang belum merid di keluarga, jadi sungguh sangat ganjil kalau gak di adatin, karna mau kapanpun adat itu harus di bayar, dan kalau aku hanya di berkati di gereja, orangtua saya tidak bisa menghadiri pernikahan saya karna begitu adat orang batak.Nah dari semenjak ini juga aku sudah menunjukkan sikap yang tidak enak sam si frans,, aku pikir dia katanya sudah siap merid, tapi ternyata dana tidak ada, apa arti dari kata siap yang di omongkan ke saya aopalagi dia berani meminang orang batak, melihat sikapku yang gak enak sama dia akhirnya dia juga memaksakan orang tua nya untuk buat adapt. Akhirnya mereka bersusah payah untuk mencari dana untuk biaya pernikahan kami. Dan niat itu sudah sampai ke orang tua ku kalau pesta adapt akan di adakan, gedung dan tanggal pernikahan sudah di tentukan mereka, dan dalam hati memang aku bertanya, dan keluarga juga bertanya, ko bisa mereka sendiri yang tentuin tanggal pernikahan, tapi alasan mereka sebenarnya masuk akal yang mana karna sudah mendadak. Sudah berjalan dua bulan hubungan aku dengan Frans, bapanya suruh aku tinggal di sana dekat rumahnya dengan alasan si Frans nya terlalu capek setiap saat ke bekasi, aku gak mau dan masalah ini aja sudah membuat saya gak senang sama keluarganya dan sama frans juga, karna dia gak bisa bersifat tegas dan semuanya aku mau di atur tanpa alasanyang gak jelas. dan sampai hal ini juga sampai ke orangtua aku, dan orangtua aku melarang. Mereka juga juga membicarakan ini sama kakak saya, terus kakaknya ngomong ke saya dan membujuk saya lagi, katanya jangan karena permintaan kamu tinggal di sana terjadi apa- apa karna mereka sudah sakit- sakitan, anggap saja ini permitaan orang yang lagi sakit yang gak bisa kita tolak dan aku berpikir begitu . Bapanya selalu memaksa saya untuk pindah ke sana, akhirnya dengan terpaksa dan berat hati aku pindah ke sana, dari sini aku semakin gak simpati lagi sam si Frans karna semuanya Orangtuanya yang mengatur, padahal dia pacarku atau calon suami aku. Seolah- olah mereka takut kehilangan saya atau ada yang di sembunyikan, Dari sini ketauan kalau orangtuanya diktator tidak kasih kebebasan sama anak-anaknya terlebih si Frans.Nah di sini juga aku berpikir dan bertanya dalam hati,, kenapa ya frans gagal merid sampai dua kali, ternyata mungkin inilah yang membuat. Dalam pikiranku ada terlintas kayaknya mereka sudah mengatur semuanya termasuk keluarga saya, siapa sih mereka??
Biar juga saya sudah tinggal di sana, tapi aku belum rela, karna aku berpikir, betapa jeleknya aku di mata teman-teman kalau mereka aku tau tinggal dekat Frans, mereka akan menduga yanga macam- macam, tapi itu aku berusaha melupakannya karna aku gak melakukan yang macam-macam. Dan selama tinggal di sana juga aku berusaha untuk tidak sering ke rumahnya, karna belum hal yang wajar, dan hal ini juga di lapor sama orang tuanya sama kakak saya, karena aku ke sana dan mengkaitkan –kaitkan, orangtuanya gak bisa tidur karna mikirin tingkah saya sama tinggal di sana yang mana katanya aku semakin menjauhkan diri dari mereka padahal itu sama sekali gak, aku Cuma mikir untuk apa saya sering ke sana, karna belum sah, akhirnya kakak saya juga menegur aku, sampai aku beradu pendapat. Aku menceritakan sama orang tua di kampung, dan mama saya juga mendukung saya, dan menyarankan untuk tidak kesana, jadi kakak sama mama saya juga beradu pendapat, dan akhirnya ada omongan dari mamanya saya, gak jadi juga mereka gak apa- apa kalau itu aja sudah di atur yang selayaknya gak begitu, dan kakak saya ngomong sama mama saya, kita malu ma, kalau gak jadi pernikahan mereka,, kenapa mesti malu, soalnya si Elen juga masih baik- baik aja.



Tiba sudah mau menjelang perkenalan antara siregar dan hasibuan, semuanya baik- baik saja, dan aku juga cerita sama yang menjadi wali saya di sini kebetulan dia masih saudara dekat aku, yang mana kalau aku sudah tetanggaan sama keluarga si Frans, mereka pun marah, dan bilang di mana harga dirimu di lihat orang nantinya, aku jelaskanlah keterangan mengapa aku bisa sampai tinggal di sana, dan mereka juga tetapi saja gak terima. Setelah perkenalan di lanjutkan dengan marhusip istilah di adat orang batak yang acara seserahan. Nah sebelum marhusip sudah banyak pertentangan yang terjadi antara pihak siregar dan pihak hasibuan, yang mana penentuan hari acara marhusipnya,seakan-akan yang atur pihak hasibuan, padahal posisi siregar yang lebih hormat di acara ini, dan harusnya siregar yang atur, selama pertentangan ini aku yang di desak di antara siregar dan hasibuan yang harusnya itu sudah urusan orang tua. Aku jadinya terjepit, yang pada akhirnya orangtuanya bilang kalau acara adat gak di adain, dan aku gak mau kalau acara adat gak di adain, gak jadi menikah juga gak apa-apa, itulah jawaban aku, dan hal ini aku kasih tau ke wali saya, dan mereka kecewa dan marah, yang harusnya omongan itu gak keluar dari seorang orang tua, dan kayak mereka itu kurang memahami tentang adapt batak, bisa segampang itu berbicara yang gak layak, keluarga saya anggap mereka gak menghargai orang, sehingga keluarga saya hampir membatalkan atau memisahkan aku dengan Frans, tapi mereka berpikir lagi nanti terjadi hal yang gak –gak sama aku, dan semenjak kejadian itu, dalam hati aku berpikir, apapun keputusan dari keluargaku, itulah yang saya lakukan. Dan dari sana juga aku menilai keluarga Frans memahami adapt dan gak pantas di jadikan keluarga.Tetapi walaupun pertentangan terjadi , akhirnya acar marhusip pun di laksanakan. Senggang waktu marhusip ke acara pernikahan kira-kira 2 minggu.

Kira –kira 1 minggu sebelum pernikahan saya sudah tinggal di rumah wali, suatu waktu aku meminta uang salon dari Frans yang hal itu memang tanggung jawab pihak perempuan, tapi gak apa- apa di minta dari pengantin cowok,aku minta dari Frans, dia gak jawab aku mau apa gak dia kasih uangnya buat salonku, eh malah dia kasih tau orangtuanya yang pada akhirnya mereka memarahiku, dan di bilang kamu gak usah pake salon juga saya gak peduli, dan mamanya juga sudah merendahkan pihak siregar. Dari sini juga sudah ketauan kalau si Frans tidak melindungi saya dan berusaha memojokkan saya. Dari sini juga dia ketauan dia kurang dewasa dan masih di setir oleh orang tuanya, yang mana hal itu tidak harus di kasih tau sama orangtuanya.Semenjak dari sini aku sudah menilai dia kalau dia belum pantas menjadi kepala rumah tangga. Dia belum bisa mengambil keputusan, dan sempat kita berantam yang dia juga mengatakan kalau apa tindakan dia itu benar. Dan keraguan itu juga sudah ada di benak aku untuk melanjutkan pernikahan ini karna aku sudah mulai tau sifatnya. Namun ada di pikirannku, nanti mungkin dia masih bisa berubah setelah sudah berumah tangga karna mungkin selama ini dia di setir oleh mamanya.

Tiba hari pernikahan banyak kejadian yang terjadi selama satu yang di awali salon yang terlambat, padahal kita sudah cukup pagi mulai salon, tapi banyak kendala selama di salon yang akhirnya kita terlambat selesai, yang harunya jam 6 an selesai, jadinya selesainya sampai jam 7.15. habis dari salon kita langsung berangkat dari rumah wali saya di jati bening untuk menuju gereja sebanyak lima mobil, dua mobil dari pihak hasibuan dan tiga mobil dari pihak siregar. Mobil pengantin sampai jam 8. 30 dan yang lainnya di belakang kita, sementara rombongan mobil orang tua aku dan saudara- saudaraku terlambat karna nyasar. Mungkin mereka selisih di tol yang akhirnya membuat mereka nyasar, sementara dua mobil lagi sudah sampai. Jam sudah menunjukkan jam 9.30 namun mereka belum sampai juga, dan akupun menangis, dalam pikiran apalagi tantangan ini Tuhan, pihak siregar dan hasibuan juga sudah sibuk dan tegang menunggu kedatangan mobil rombongan orangtuaku, namun belum sampai juga, dalam benakku terlintas, tantangan ini sungguh banyak sekali tantangan ini Tuhan, apa renacanMu di balik ini semua, apakah ini suatu tanda kalau pernikahan ini tidak bisa kita lanjutkan, dan Romo yang mau memberkati juga sudah bosan menunggu dan hampir meninggalkan kita, tapi mereka berusaha membujuk Romonya yang pada akhirnya dia sabar menunggu samai orangtua saya datang. Dan dalam benak pihak hasibuan, apalagi yang terjadi sama si Frans sebelumnya juga dia sudah dua kali gagal merid, banyak lah yang orang menduga yang bukan-bukan. Akhinya jam 10.30 sampailah orangtua aku, dan acara di gereja juga di mulai, acara demi acara sudah kita lewati sampai kita mau merima berkat nikah,, namun perasaan terharu dan bahagia tidak ada di dalam hati saya, dan acara pun kayaknya kurang saklar. Acara di laksanakan dengan buru-buru. Setelah acara selesai di gereja di lanjutkan denga acara adapt di gedung yang mulainya juga sudah terlambat. Acara di gedungnya selesai jam 6 an. Kita tiba di rumah frans jam 9 an dan dilanjutkan dengan acara keluarganya dan selesai tengah malam. Kita istirahat,namun kita belum bisa melaksanakan hubungan suami istri karena dalam keadaan capek dan situaso rumah juga masih rame, dan dia juga memaklumin keadaan itu. Nah hari kedua pernikahan kita aku datang bulan, jadi hubungan suami istri juga tertunda sampai aku berhenti datang bulannya. Saya berhenti datang bulan samapi hari ke enam. Nah hari ke tujuh kita mulai mencoba melakukan hubungan suami istri, tapi belum bisa, dan kita lanjutkan hari ke delapan, tapi gak bisa juga.Nah yang saya alami yang buat gak bisa adalah, di mana alat kelaminnya frans gak tahan berdiri lama. Dan saat itu juga aku bertanya sam si Frans, kenapa bang. Ko begini. Trus dia menjawab, aku juga gak tau dek, kenapa jadi begini. Aku juga mulai kecewa dan memang sempat agak marah ke dia, dan dia bilang aku harus periksa ke dokter, dia berusah menenangka saya biar aku gak kecewa dan marah. Akupun dukung dia untuk harus segera ke dokter. Namun sebelumnya ternyata dia sudah cerita sama mamanya kalau, apa mamanya yang sendiri yang Tanya, aku kurang tau, namun dari masalhnya dia yang mengadu, aduannya beda sama yang kita alami. Dia mengadu kalau aku tidak meladenin dia. Tiba hari ke sembilan pagi –pagi jam 6. 30 pagi. Bapa sama mamanya ketok-ketok kamar kami dengan kencang, aku kaget, ko cara ketoknya begitu, ada apa aku bilang sama Frans, terus kamar kita buka segera, dan mamanya bertanya, sudah pesta belum? Aku bigung, artinya apa, itu yang terbenak dalam hati, ternyata artinya, sudah malam pertama belum? Frans menjawab, belum ma, kita lagi usaha. Mendengar itu aku kaget dan malu, lah mereka kenapa mesti ikut urusin hal itu? Dan aku langsung ngomong sama orangtuanya. Ko gak ada segannya sih tanyain hal itu, itu urusan kita berdua. Dan mamanya pun ngomong ke saya, kenapa kamu gak kasih kebutuhan anakku, kamu sudah mempermalukan hasibuan kalau kayak gini caranya. Akupun diam karna aku sudah sangat malu melihat mereka, ya ampun masa itu aja orangtuanya sam[pai ikut turut campur, baru kali ini aku tau orangtua ikut campur masalah ranjang, trua akupun ditanyain terus, kenapa sampai hari kesembilan itu gak tuntas, aku jawab aja, aku tidak bisa rileks melakukan hubungan suami istri di rumah ini. Aku saja gak bisa tidur nyenyak selama dari merid di sini, gimana mau bisa! Nah bapaknya itu jawab, kenapa memang, kan kamar kalian sudah di rapikan dan di cat. Terus maumu di mana/ aku bilang aja, bagusnya ke mana yang layak, ke hotel pun jadilah, terus bapanya teriakin Vincent sehingga semua satu rumah itu pun bangun dan tau apa yang terjadi. Mamanya selalu salahin aku, dan si frans juga jawab, si elen kan lagi datang bulan ma, tapi mamanya itu terus salahin aku. Aku tetap bilang aku gak bisa melakukan hubungan suami istri di sini, padahal setelah selesai datang bulan kita sudah berusaha melakukan tapi belun sukses, untuk menutupi rasa malu itu makanya itu jawabanku. Bapanya terus Tanya aku lagi, kemana maumu elen. Sambil tangannya kenain kakiku yang akhirnya pahaku pun kelihatan oleh bapanya, aku bilang ke hotel gak apa apa juga, terus bapanya jawab, kita gak punya uang, aku jawab lagi, aku yang bayarpun jadilah. Mamanya itu belum berhenti berteriak-teriak salahin aku. Dan mamanya bilang suatu cerita kalau di tempat pamannya di palembang, apabila ceweknya gak mau, di pegangin katanya ceweknya, terus bapanya ngomong ke mamanya, ya sudah pegangin saja ma, biar si Frans yang melakukan, dengar itu aku jawab lagi, kalau begini caranya lebih baik saya di bunuh saja sekarang biar puas kalian, dan keadaan juga yang reda- reda . Yang pada akhir nya penyakit bapanya kambuh, sehingga semua orang panik dan salah satu adekknya yang mana, masa sudah dewasa gini hubungan suami istri saja gak bisa,aku sangat terpukul, kenapa keluarga ini begini kotor pikirannya. Nah pagi itu pas hari sabtu aku di antar kerja sama si frans, karna dia kalau hari sabtu libur, dan pagi itu juga saya suruh dia cari hotel dan langsung booking. Selama di pekerjaan saya gak bisa bekerja dengan tenang, dan selau mikiran tindakan mereka, dan sifat keluarganya si frans yang banyak keanehan.. sekarang ketauan siapa mereka itu sebenarnya. Kira-kira jam satu ana akupun menanyakan hal si Frans, Hotel sudah dapat belum, kalau sudah dapat kamu jemput aku, kita langsung ke hotel. Si frans pun mau. Tiba di hotel kita check- in dan mengobrol sebentar lalu kita melakukan hubungan suami istri karna memang itu tujuan kita kesana, dan aku sudah cukup rilexs meladenin dan cukup menuntun dia, tapi kejadian seperti di rumah itu terjadi lagi, yang mana alat kelaminnya itu gak bisa lagi langsung lemes, akhirnya akupun cukup marah dan kecewa, karna aku juga manusia normal yang mempunyai nafsu, pokoknya apapun hal yang membuat dia bisa aku lakukan pada waktu itu, tetapi tetap aja itu tidak bisa. Aku ngomong sama dia, sebenar kamu sehat gak sih bang, terus dia diam, jawab aku bang, dia menjawab, aku juga gak mengerti kenapa aku bisa begini, aku jawab lagi, kita harus ke dokter periksa, dia pun setuju, sambil menenang aku, dia bilang yang sabar ya sayang, jangan marah dan kecewa, akupun diam. Dan bertanya lagi, kenapa sih kamu samapai dua kali gagal merid/ dia menjawab, ko bertanya itu lagi, ini ada hubungannya dengan apa yang kita alamin sekarang, dia kasih jawaban yang tidak masuk akal. Aku pun gak terusin lagi pembicaraan itu, aku hanya mikirin, gimana nanti kalau di Tanya mamanya sehabis dari hotel. Dan aku Tanya lagi sama Frans, gimana nanti kalau ditanya orangtuamu, dia jawab, ya kita bilang saja apa adanya, akupun bilang ok kalu begitu, jangan bilang aku yang gak ladenin kamu ya. Kamu bilang apa adanya. Pada siang kita check-out dari hotel karna kita bookingnya hanya sehari semalam. Tiba kita kita dirumah, nah aku tidak ditanyain mamanya, tapi tidak sepengetahuanku, dia ditanya sama orangtuanya. Aku juga gak tau apa jawaban yang di kasih si Frans. Ternyata aku juga di salahin dia, padahal waktu di hotel dia sudah ngomong kalau dia akan bicara apa adanya. Dalam minggu itu juga dia telepon dan mengadu sama orangtuaku di kampung yang mana mamanya bilang aku gak ladenin anaknya dan kasih kebutuhan si Fransnya, mendengar itu orangtua saya kaget dan kesal sama saya, dan mamanya saranin agar gak usah di kasih tau kalau mamanya Frans yang telepon, tapi mamanya saya gak bisa tinggal diam karna itu masalahnya mempermalukan orangtua saya ke keluarga Frans. Akhirnya mama saya gak sabar dan menelepon saya dan marah, kenapa kamu gak meladenin suamimu, kenapa sampai sekarang malam pertama kalian gak tuntas, aku kaget mendengarnya, lah ko mama ngomong begitu dan tau, mama bilang kemarin mertuamu telepon mama kasih tau kalau kamu katanya gak melayanin suami. Aku gak hiraukan omongan mama, dan aku ketawa-ketawa jawab mama karna aku malu, masa itu aja di omomgin mertuaku sama mama, dan mamaku juga merasa malu. Tetapi mama juga tetap saja desak saya terus serta marah dan bilang, jangan buat mama malu elen, sebenarnya apa yang terjadi, akhirnya aku kasih tau lah apa yang terjadi, aku bilang saja apa yang aku alamin, yaitu kalau alat kelaminnya Frans gak tahan lama dan kurang keras, jadi mau berhubungan selalu gagal, jadi mama menjawab, berarti dia dong yang kurang sehat, kalian kedokterlah dan kasih tau lah sama mertuamu, biar jangan kamu yang di salahin melulu, memang aku dan si Frans juga sudah berniat untuk pergi kedokter ma. Ya sudah segeralah kalian ke dokter ya, pokoknya itu bisa di obtain ko,

Tepat tanggal 1 oktober pas hari jumat pas bulan Rosario, pagi aku di ajak si Fran pulang kerja ke Katedral untuk ngobrol, aku gak mau, karna badanku kurang sehat, tapi dia tetap jemput aku dan bawa aku ke Katedral. Selama di sana handphone aku slient.
Memang habis pulang gereja mamanya telepon dan handphone aku juga taroh di tas dengan posisi slient, pulang gereja kita makan di jalan, dan aku kasih tau kalau mamanya tadi hubungin aku, tapi gak dengar karna hp si silent, ternyata hp dia juga mati karna lowbat. Jam 8 malam kita sampailah di rumah, sebelum masuk aku ucapkan syalom, dan mamanya jawad dengan marah dan ngomong,, syalom-syalom, tapi kamu harus tau etika dong, itulah yang di ucapkannya samaku. Terus mamanya juga teriakin si Frans sambil ngomong, Frans gara- gara si Elen etikamu gak ada, terus aku langsung jawab, apa yang mama bilang, gara-gara aku Frans gak punya etika, diakan yang ajak aku ke gereja,harusnya dia yang kasih tau dong, apa salh kita ke gereja, toh juga aku sama si Frans, mendengar itu aku marah dan sakit hati dan langsung masuk kamar. Aku benar-benar kecewa melihat sikap mamanya. Besoknya aku tetap kerja seperti semula, memang pas hari itu sabtu ada pertemuan alumni SMA kita dulu untuk rapat Natal sekalian, dimana sudah sebulan yang lalu undangannya sudah ada di facebook terpampang di facebook, aku gak ada rencana untuk ke sana, tiba- tiba jam 12 an pas istirahat aku di telepon teman alumni untuk datang ke sana, aku semula gak mau, tapi aku terus di bujuk, tetap aku tolak,dengan alasan, aku kan baru merid, nanti aku gak di bolehin sama suamiku, memang si aku sudah pengen bangat ketemu sama teman-teman yang sudah lama gak ketemu, dan aku pusing dirumah karena masalah tanggal 1 oktober, lalu aku ngomong sama temankku, gini aja deh, aku Tanya dulu sama suamiku, di bolehin gak, dan aku Tanya lagi, aku bawa suamiku gak, dan temanku bilang gak usah di bawa, nanti kita sibuk, takutnya gak enak di cuekin, karna yang lainnya juga gak pada bawa suami dan istri masing- masing, aku telepon si Frans dan ijin untuk aku pergi untuk pertemuan alumni, dan dia bilang boleh, akupun kasih tau sama mamanya sekalian minta ijin untuk pertemuan alumni di semanggi dan mamanya juga bilang ia, dan mamanya juga Tanya jam berapa pulang, aku bilang jam 6an samapi jam 7an. Tiba jam 7an rapat belum selesai, dan amanya juga telepon aku lagi, dan Tanya ada di mana sekarang, aku bilang kami belum selesai rapat, masih di semanggi nih, terus mamanya bilang ya udah, jam 8an aku di telepon lagi, dan memang belum selesai, akhirnya selesaui rapatnya jam 9an. Dan ak mau minta di jemput aku takut, karna aku takut di omelin karna frans juga gak tawarin. Aku naik busway, sampai tiga kali transit, akhirnya aku sampai di rumah jam 10.30 malam. Sampai di rumah aku sudah takut dan merasa bersalah karna kemalaman pulang, pas pulang ada mama dan bapanya nonton di ruang tamu. Terus aku sapa dengan ucapan syalom, dam bapanya Tanya, dari mana kau sayang, aku jawab dari pertemuan alumni amang, omongan saying gak pantas di ucapkan ke saya karna dia kan mertuaku. Aku langsung masuk kamar, karna sudah merasa bersalah, dan si Frans sudah ada di kamar dengan posisi bantal menutupi mukanya, aku berbicara sam si frans dan aku minta maaf karna aku pulang malam, aku gak tau dia dengar apa gak, dia gak jawab aku dan gak sapa aku. Akupun langsung tidur karena sudah capek. Dan malam itu juga aku buang-buang air dan gak bisa tidur semalaman . Pagi pagi jam 5.30 pintu kamar di ketok- ketok kedua orangtuanya, lalu si frans membuka pintu dan dia keluar, aku masih di dalam kamar, Posisi orang tuanya masih di pintu si frans masuk kamar lagi dan di ikutin oleh orangtuanya, si frans mendorong badan saya dan akhirnya akupun jatuh di tempat tidur, aku ngomong, kenapa sih, dia marah-marah dan ngomong, kenapa kamu telepon orangtuamu dan kasih tau aku impotant, aku gak pernah telepon mama saya, dan bilang kamu impotant, yang telepon duluan adalah mamamu, dan mengadu kalau aku gak meladenin kamu, Tanya dulu sama mamamu siapa yang telepon duluan, bukan aku, tapi mamamu, dan mamanya pun diam, terus si Frans ngomong lagi, kamu sekarang ketauan borokmu, aku jawab, apa borokku emangnya, dia menjawab, kamu gak perawan lagi, terus aku jawab, kalau begitu sekarang juga kita ke dokter, kalau saya gak perawan, aku bayar semua uang adapt, dan kalu saya perawan apa balasannya dari keluarga kalian, terus mamanya menjawab, kalau kamu perawan, mana darah perawannya, aku bilang gimana mau berdarah, sedangkan alat vitalnya belum masuk . dan saya berkata lagi, perawan itu gak mesti di tandaiin dengan adanya darah, coba kalian Tanya dokter.

Terus mamanya teriak-teriak dan bilang , elen, kamu sudah melempar tai ke muka kami, dan karan mamanya teriak, akhirnya semuanya bangun, dan vincentpun masuk kamarku dan sambil ngomong sama saya, anjing, anjing, anjing, kenapa kamu bilang abang saya impotant, terus saat itu juga mamanya juga telepon mamaku, dan ngomong menegaskan kalau mama saya bilang si Frans impotant. Terus mamaku menjawab, aku gak bilang gak hidup, tai kurang sehat, mamanya jawab lagi, gimana mau hidup kalau berhubungan intim yang di kasih Cuma badannya, tapi mukanya di tutupin, jadi si Frans berhubungan dengan anakmu kayak temanin patung, akhirnya selesai ini telepon, dan Vincent marah-marah lagi dan berteriak, dan bilang, saya tidak takut di penjara kalau aku bunuh kamu, sambil dia mendekati, saya dan hampir memukul aku, tapi gak sampai, dan adekkya yang namanya ucok juga berkata, aku gak bunuh dia, tapi matanya akan saya congkel dua- duanya, dan ucok juga ngomong sama mama n bapanya kalau aku lesbian, karna bapanya melarang, jangan di bunuh, nanti semua masuk penjara, dan si Frans juga bilang saya kalau saya pertemuan alumni kemarin, saya pacaran lagi di sana, dan akupun menentang, akhiranya dia menonjok saya samapi dua kali, aku tentang lagi, dan dia juga menjambak rambutku semua dan ditarik keatas dan sambil berkata, saya benturkan kepalamu di tembok ini, biar sekalian kamu geger otak, hamper kepala saya di bentukan adeknya pun pegang dia, akhirnaya gak jadi, dan dia berkata kalau di memutilasi saya.Dan bapaknya pun teriak-teriak dan melarang jangan di bunuh dia, nanti kita masuk penjara, sedikit pun aku gak melawan mereka, aku hanya berdoa dalam hati, Aku serahkan diri saya kepadamu Tuhan kalupun aku mati di tangan mereka ini.

Sesudah itu adeknya si Mario bilang sama mereka, biarkan dulu kak Elen yang ngomong, karna dari tadi sudah kita yang ngomong, kita sudah capek, akhirnya bapanya pun Tanya, apa memeng kemauanmu elen, aku jawab, aku hanya mau kami pindah dari rumah ini, bapanya jawab, kenapa memang minta pindah, aku bilang, aku pengen mandiri, biar aku bisa mengatur keluarga ku. Tapi bapanya jawab, aku malah senang kalian mandiri, aku gak ada untung kalian di sini, tapi tetap saja kita gak di bolehin. Dan bapanya sama mamanya, gimana ma, mereka ini katanya mau pindah, dan mamanya gak setuju, sambil mukal bangku plastik dan mukul pintu dengan kencang. Sambil mengoceh, gak boleh!!! Dan bapanya juga Tanya si frans , gimana frans. Istrimu sudah gak betah lagi di sini, dan si Frans berkata dengan tegas, Aku gak siap untuk pindah dari rumah ini, dan mandiri, mendengar itu aku langsung kaget, berarti dia semua biang permasalahn ini semua yang sama sekali tidak membela dan melindungi aku sebagai istrinya. Seharian itu aku hanya bisa menangis dan menangis karna kau gak bisa lakuin apap-apa. Seharian itu aku di kamar, tidak mandi, damn minum air dan makan juga gak bisa masuk walaupun aku di kasih makan dan minum. Bapanya masuk lagi ke kama aku, karn aku di kamar dan selalu menangis. Padahal dalam adapt orang batak mertua cowok gak boleh ngomong seenaknnya sama menantu, tap ini ke kamar aku, dan sempat lagi tidur di kasar aku..dan pada waktu itu juga si Frans kasih tau sms yang pernah aku kirim ke dia gak harus di kasih tau sama orangtuanya, dan bapanya marah dan narik kerah bajuku dan kena buah dada saya. Dan sampai sms yang aku gak betah di rumahnya itu di kasih tau sama keluarganya, dan akhirnya mereka juga menghina semua keluarga saya, memang sudah siapa kalian di kampung, pada hal itu gak ada sangkut pautnya, semua abang- abang saya juga di hina dengan omongan, kalau semua saudara-saudara saya gak punya pendidikan, dan bilang kalau kakak saya juga bajingan.

Sore jam 18.30 aku mandi karan sehari semalam gak mandi, habis mandi aku di suruh makan berempat dengan orangtuanya, aku sempat menolak karena gak bisa masuk, akhirnya aku mau, dan aku paksa biar bisa masuk. Habis makan aku langsung masuk kamar, dan nonton, sebelum aku masuk kamar aku bapanya berkata agar malam pertamanya di tuntaskan, aku gak jawab. Aku di kamar gak bisa tidur, aku nonton TV, dan si Frans juga masuk kamar, dan di kamar ini dia gak ada ngomong apa-apa, dia tidur, tapi aku tetap nonton, dan malam itu juga dia mulai sentuh aku, dan aku bilang, aku badan saya gak enak badan. Besok paginya aku lagi setrika baju kerja si frans, dan bapanya mendekati aku dan bertanya, sudah tuntas belum, aku menjawab dengan tidak berani menatap mata bapanya karena malu, jawabku belum, terus di Tanya, kenapa belum, aku jawab, badan kita kurang Vit. Habis itu aku mandi cepat- cepat dan aku berpikir aku harus lari dari sini, karna aku takut, trauma, jijik, melihat mereka semua. Aku membawa baju kerja hanya 2 pasang sepatu kerja 1 pasang, baju rumah satu pasang, aku masukin dalam tas kerja dan paper bag . aku berangkat kerja, dan pamitan sam orangtuanya, dan mamanya Tanya, ko tasnya besar, kamu bawa apa? Aku jawab dengan bohong, aku baju kebaya karena temanku mau pinjam. Tapi dalm hati aku gak mau pulang lagi karna aku takut,trauma, jijik. Dan pulang kerjanya aku sms si Frans kalau aku gak pulang, dan gak usah di cariin karna aku mau menenangkan diri dan menghilangkan troma, aku bukan di tempat keluarga. Malamnya si frans telepon saya dan Tanya kamu ada di mana, aku jawab, kamu gak perlu tau aku ada di manayang penting aku nyaman dan tidak ada rasa takut dan trauma . aku langsing matiin hp. Selama saya gak di rumahnya mereka gak mempunyai niat baik kekelurga saya, mereka hanya bisa memaki dan menghina, memfitnah kelurga saya yang buat semua sakit hati, padahal saya lari karena mereka sudah KDRT. Dan setelah 3 hari mereka telepon saya ke kantor, memang hari pertama aku kabur dari rumahnya aku sudah bilang sama teman-teman, kalau ada yang cariin saya lewat telepon, bilang saya gak masuk, karna saya mendengar suara mereka saja saya sudah troma, pada hari ketiga itu aku di pulangkan dari kantor karna mereka menganggu semua orang kantor, dan berkata kasar, padahal di kantor aku gak pernah cerita apa-apa tentang masalah yang saya hadapi, tapi malah mereka yang kasih tau sendiri, dan semua tanggapan orang kanto bilang kalu keluarga mereka gak ada Etika karna urusan rumah di bawa-bawa ke kantor, akupun merasa malu di kantor.

Sekarang Aku sudah jauh berbeda tidak seperti yang dulu, yang lemah terhadap cinta dan kehidupan sekarang yang ada didalam pikiranku adalah bagaimana aku menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi dan menjadi pribadi yang berguna bagi orang disekitarku, Cerita ini adalah sebuah pelajaran Untuk Semua para Wanita Indonesia untuk selalu memperhitungkan segala keputusan-keputusan dalam hidup ini dengan bijak dan benar agar tidak menyesal seperti saya, sehingga tidak menyesal dikemudian hari. Selamat hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia. Jangan Menyerah terhadap keadaan yang kadang Menyakitkan….




KESIMPULAN:


- AKU PERTAMA MERASA KASIHAN DAN AKHIRNYA ADA CINTA JUGA WALAUPUN SEDIKIT
- MEREKA TIDAK PERNAH ADA SOPAN KE KELUARGAKU
- ADA UNSUR PEMAKSAAN WALAUPUN TIDAK LANGSUNG

- AKU MERASA TERTIPU SELAMA AKU DAN FRANS BERTEMAN
- TIDAK PANTAS ORANGTUA CAMPUR TANAGAN DALAM TRMAH TANGGGA
- TIDAK PANTAS MEREKA MENCAMPURI MASALAH RANJANG
- TIDAK PANTAS MERTUA MASUK KAMAR MENANTU DAN TIDUR DI KASUR LAGI
- ADIKNYA JUGA TIDAK BOLEH MENCAMPURI RUMAH TANGGA ORANG
- SUAMI KDRT DAN ADEKNYA NGOMONG KASAR DAN MENGANCAM
- FRANSNYA BELUM SIAP MEMBINA RUMAH TANGGA KARENA YANG ATUR BAPAK MAMANYA
- DIA TIDAK MELINDUNGI SAYA DA MENDUKUNG SAYA
- DALAM DIRINYA LEBIH PENTING MAMANYA DARI PADA SAYA.
Diberdayakan oleh Blogger.

AB2011

Ibote.net

ibote creative

Tukeran link

Komunitas Bloger Bekasi

Komunitas Blogger Bekasi

Bengawan

http://bengawan.org/

Solo Spirit Of Java

SOLO, Sharing Online Lan Offline

Search

biar waktu yang menentukan

Followers

Bapaoisicinta Twitter

Advertise

Festival Wirausaha